Guru Jalan Kaki ke Rumah Siswa, Agar Tetap Belajar dan Naik Kelas di Tengah Pandemi

MERDEKABELAJAR_Kebijakan pemerintah agar proses pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring atau online, tidak bisa diterapkan oleh guru dan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Penyebabnya, lokasi desa ini berada di daerah pegunungan. Jaringan internet untuk membantu pembelajaran daring belum bagus.


Agar siswa tetap bisa belajar dan naik kelas, Guru Kelas II SDN 21 Mattabulu, Sucita Irada Putry memilih cara lain.

Sucita memiliki 14 murid. Supaya tetap belajar di masa pandemi, Sucita melakukan proses belajar cara datang ke rumah siswa.

Jarak yang ditempuh Suciya pun tidak dekat. Harus menempuh jarak hingga 1 Km. Berjalan kaki ke rumah setiap murid.

Minggu berikutnya, Sucita akan datang lagi memeriksa tugas dan memberikan tugas baru.

"Sejak awal libur dilakukan. Sistemnya kasih tugas per minggu. Jadi sekali seminggu naik kasih tugas dari rumah ke rumah. Kalau untuk ulangan sejak kemarin dan untuk seminggu ke depan," ungkap Sucita kepada Terkini.id.

Jarak sekolah dengan pusat pemerintahan di Soppeng sekitar 17 Km. Dikelilingi oleh pegunungan. Belum ada ada jaringan internet.

"Tidak bisa karna memang jaringan tidak mendukung. Tidak smua anak juga punya HP," kata Sucita.

Dia mengatakan, berinisiatif mengajar dengan cara berkunjung ke rumah siswa karena kasihan dengan siswa. Jika tidak mendapatkan pelajaran selama pandemi corona.

"Kami juga tidak mau kalau anak didik kehilangan kesempatan untuk belajar selama pandemi," ungkapnya.

Hal ini dilakukan, juga ingin membantah fitnah masyarakat. Bahwa selama pandemi guru dan siswa libur.

"Makan gaji buta," katanya.

"Kami guru di pelosok tetap bekerja. Tetap mengajar meski harus ke rumah murid. Kami berbeda dengan guru di kota," tambahnya.

Menurutnya, guru di perkotaan tetap mengajar melalui sistem daring atau bahkan melalui siaran TVRI. Kalau di desa sulit.

"Siaran TV pun baru bisa dua pekan ini. Karena listrik baru masuk di desa," ungkap Sucita.

Sucita berharap proses belajar siswa di Kabupaten Soppeng bisa kembali normal seperti biasa. Agar siswa di desanya tidak kalah dengan siswa di perkotaan.

"Semoga pendidikan dapat merata sampai ke pelosok. Biar tidak ada generasi penerus yang tertinggal," harap Sucita.

Sumber : liputanmakassar.com


Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

0 Response to "Guru Jalan Kaki ke Rumah Siswa, Agar Tetap Belajar dan Naik Kelas di Tengah Pandemi"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel